Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa St. Vinsensius de Paul Senang Melayani Orang Miskin?

St Vinsensius de Paul menghargai setiap saat dengan orang miskin, percaya bahwa dia lebih dekat dengan Yesus ketika melayani orang miskin.

Mengapa St. Vinsensius de Paul Senang Melayani Orang Miskin

St Vinsensius de Paul menempatkan pelayanan kepada orang miskin di atas hampir setiap kegiatan dalam hidupnya. Dia memang memiliki kehidupan doa yang khusyuk yang mendorong pelayanannya, tetapi dia percaya bahwa bahkan itu dapat diinterupsi untuk membantu seseorang yang membutuhkan.

Dia menjelaskan pemikirannya dalam sebuah tulisan yang ditampilkan di Kantor Bacaan Gereja . Secara khusus, St Vinsensius de Paul percaya bahwa melayani orang miskin merupakan kesatuan dengan misi Kristus di bumi.

Meskipun dalam hasratnya dia hampir kehilangan penampilan sebagai seorang pria dan dianggap bodoh oleh orang-orang bukan Yahudi dan batu sandungan oleh orang-orang Yahudi, dia menunjukkan kepada mereka bahwa misinya adalah untuk berkhotbah kepada orang miskin : Dia mengutus saya untuk memberitakan kabar baik kepada orang miskin. Kita juga harus memiliki semangat yang sama dan meniru tindakan Kristus, yaitu kita harus merawat orang miskin, menghibur mereka, membantu mereka, mendukung perjuangan mereka. Karena Kristus ingin dilahirkan miskin, Ia memilih bagi dirinya sendiri murid-murid yang miskin. Dia menjadikan dirinya pelayan orang miskin dan berbagi kemiskinan mereka. Dia melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa dia akan menganggap setiap perbuatan yang membantu atau merugikan orang miskin sebagai yang dilakukan untuk atau melawan dirinya sendiri.

Inilah sebabnya mengapa St. Vinsensius sangat percaya bahwa amal kepada orang miskin adalah bagian penting dari menjadi seorang Kristen. Ini adalah pekerjaan Tuhan yang harus kita lakukan, bahkan ketika itu mengganggu waktu sholat kita.

Adalah tugas kita untuk mengutamakan pelayanan kepada orang miskin daripada segala sesuatu yang lain dan untuk menawarkan pelayanan tersebut secepat mungkin. Jika orang yang membutuhkan membutuhkan obat atau bantuan lain selama waktu sholat, lakukan apa pun yang harus dilakukan dengan ketenangan pikiran. Persembahkanlah amal itu kepada Allah sebagai doamu. Jangan menjadi kesal atau merasa bersalah karena Anda mengganggu doa Anda untuk melayani orang miskin. Tuhan tidak diabaikan jika Anda meninggalkannya untuk pelayanan seperti itu. Salah satu pekerjaan Tuhan hanya disela sehingga yang lain dapat dilakukan. Jadi ketika Anda meninggalkan doa untuk melayani orang miskin, ingatlah bahwa pelayanan ini dilakukan untuk Tuhan.

Dalam kehidupan kita sendiri, kita harus merenungkan bagaimana kita melayani orang miskin dan apakah kita melakukan semua yang kita bisa untuk membantu mereka yang kurang beruntung di antara kita. Ini mungkin tidak mudah, tetapi ini adalah pelayanan yang kita lakukan untuk Kristus sendiri.